Kabur dari pesantren pakai cadar, santriwati ini malah berurusan dengan polisi

Kabur dari pesantren pakai cadar, santriwati ini malah berurusan dengan polisi Selasa, 15 Mei 2018 16:37 Reporter : Imam Mubarok Perempuan di Tulungagung diamankan. ©2018 Merdeka.com Merdeka.com – Warganet dihebohkan dengan video viral perempuan bercadar yang dikabarkan diamankan petugas di Terminal Gayatri Tulungagung, Jawa Timur. Polres Tulungagung memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Dipastikan kabar bahwa…

by:

News

Kabur dari pesantren pakai cadar, santriwati ini malah berurusan dengan polisi Selasa, 15 Mei 2018 16:37 Reporter : Imam Mubarok Perempuan di Tulungagung diamankan. ©2018 Merdeka.com
Merdeka.com – Warganet dihebohkan dengan video viral perempuan bercadar yang dikabarkan diamankan petugas di Terminal Gayatri Tulungagung, Jawa Timur. Polres Tulungagung memberikan klarifikasi terkait video tersebut.

Dipastikan kabar bahwa perempuan berinisial SAN tidak boleh naik bus adalah hoax alias bohong.

BERITA TERKAIT Camat Gamping soal pelari wanita diadang warga: Tak hormati aturan lokal
Informasi sebenarnya adalah SAN, warga Ponorogo masih duduk di kelas 2 SMP dan merupakan santriwati di salah satu pesantren di Tulungagung. Dia kabur dari Ponpes karena merasa tidak betah di sana.
Kasubag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji menuturkan, awalnya sekitar pukul 08.00 WIB, SAN duduk di tangga depan pagar tempat tunggu penumpang dan berada di samping bus patas jurusan Surabaya selama 20 menit.

Dia duduk diam sambil membawa tas dan memainkan jari-jari.
“Masyarakat yang melihat hal tersebut melaporkan ke petugas Kemenhub Terminal Gayatri.

Oleh petugas Dinas Kemenhub, SAN diajak naik ke tempat tunggu penumpang. Setelah 15 menit, sekitar 08.

15 WIB, SAN naik ke Bus Bagong,” kata Iptu Sumaji, Selasa (15/5).
Ketika SAN di dalam bus, penumpang ada yang khawatir dan akhirnya meminta Dishub untuk memeriksa SAN.

Karena tidak bisa menunjukkan identitas, akhirnya SAN dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan.
“Akhirnya pihak Kemenhub menghubungi Polsek K dan Polres. Setelah pihak Polsek datang ditanyakan data identitasnya, baru SAN menjelaskan detailnya. Setelah itu pihak Polres menghubungi pihak pesantren melalui Babhinkamtibmas-nya,” tambahnya.

Pihak pondok akhirnya menjemput SAN dan diantar petugas Polres. “Dari keterangan pengurus pondok, memang SAN sudah empat kali keluar dari pondok tanpa izin alias kabur. Tiga kali ditemukan dan yang keempat dia memakai cadar agar bisa keluar dari pondok. Dan saat ini yang bersangkutan sudah berada di pondok kembali,” pungkasnya.

[cob] Baca Juga:.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *