Andaikan ummatku mengetahui keistimewaan Ramadhan, niscaya mereka berharap sepanjang tahun adalah Ramadhan.. Manusia terdiri dari ruh dan jasad.. ruhnya berasal dari Tuhannya, sementara jasadnya berasal dari bumi.. Dan jika kelak ia meninggal dunia.. jasadnya akan kembali ke bumi, sementara ruhnya akan kembali kepada Tuhannya… Beruntunglah orang yg menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.. Ramadhan…

Renungan

Andaikan ummatku mengetahui keistimewaan Ramadhan, niscaya mereka berharap sepanjang tahun adalah Ramadhan..
Manusia terdiri dari ruh dan jasad.. ruhnya berasal dari Tuhannya, sementara jasadnya berasal dari bumi.. Dan jika kelak ia meninggal dunia.. jasadnya akan kembali ke bumi, sementara ruhnya akan kembali kepada Tuhannya… Beruntunglah orang yg menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya..
Ramadhan adalah bulan ruh, jiwa dan hati lebih dkt kpd Tuhannya..

Ketika ruhnya mendekat kepada Tuhannya, jasadnya pun menjauh dr tmp asalnya yaitu kesenangan duniawi di bumi.. Makan dan minum yg menjadi kesenangan jasad pun terkurangi, waktu tidur pun dibatasin, dan keinginan utk memiliki pun harus dipangkas dgn senang memberi… Hawa nafsu dan syahwat pun berhenti total…
‘Ketika Hamba-Ku bertanya kpdmu tentang Aku, bahwasannya Aku dekat, Aku menjawab doa orang yg berdoa, Apabila ia berdoa, hendaknya mereka memenuhi panggilan-Ku dan hendaknya mereka beriman kepada-Ku..’ (QS. Al-Baqarah:186)
Hebatnya.

. ayat di atas diselipkan di tengah2 ayat ttg Ramadhan dan puasa.. Bukankah itu bertanda bahwa ramadhan adalah bulan kedekatan, bulan terkabulnya doa, bulan ketaatan dan juga bulan keimananan??
Di bulan Ramadhan secara sengaja Allah set up hati semakin lembut, jiwa semakin bersinar dan hati semakin benderang… Bagaimana tidak, di bulan Ramadhan Allah buka pintu langit (surga) dan Allah tutup pintu neraka dan Allah ikat syaitan dan jin jahat. Siapa yg diharamkan dari kebaikan di dalamnya, sungguh dia telah diharamkan dari semua kebaikan…
Ini kerennya Allah.. Bahkan untuk kepentingan hamba-nya Dia siapkan bulan khusus utk ibadah… Syaitan pun tdk bs menganggu, aura buruk pun ditutup..

Aura rahmat dan kebaikan dibuka.. Jangan ditanya bagaimana hati bisa sangat senang dan nikmat beribadah di bulan Ramadhan… Wahai hati silahkan berfikir.. Nikmat mana lgi yg ingin kau dustakan??
Jika hati tidak melembut di bulan Ramadhan..

Jika jiwa dan ruh tidak juga bersinar di bulan Ramadhan.. Tanya balik kepada diri.. Di bulan apa yang dia bisa melembut bersinar dan bercahaya? Adakah bulan lain yg menyamai ramadhan? Bahkan setelah ramadhan pun diri tidak bisa menjamin akan menikmati kenikmatan yg sama seperti kenikmatan di bulan Ramadhan…
Wahai diri.. Ramadhan tidak hanya memanggil hati para pencinta kebaikan tp dia juga memanggil para pencinta kemaksiatan.. ‘Wahai ahli kebaikan.. Sambutlah Ramadhan (dgn memperbanyak kebaikan)..

Wahai ahli keburukan.

. Berhentilah (dari maksiat dan dosa)..’
Bahkan ahli maksiat… Walaupun sebentar, di bulan Ramadhan ia kembali kepada Tuhannya… ‘Sungguh.. Menyesallah orang yang ketika Ramadhan datang.. Dan kemudian ramadhan pulang.. Dosanya sama sekali tidak diampuni…’
Sering bertemu terkadang bisa mematikan rasa…
Jangan jadikan ramadhan tamu rutin yg kerap hadir dan kembali tanpa membawa kesan di dalam hati..

Siapa tahu ini adalah ramadhan terakhir kita.. Siapa yang tahu, kelak tahun depan diri ini tidak lagi berada di dunia..

Dan siapa tahu diri ini yang menangis tersedu2 karena telah kehilangan ramadhan-nya sementara dia sdh di alam kubur…
Let’s Grab the chance…
Allah… Ballighnaa Ramadhaanana…
Jangan cabut nyawa kami sebelum berjumpa Ramadhan…
KL, 3 Mei 2018
Ustadzah Fadillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *